Ciledug — SMK Dwi Bhakti Ciledug memperkuat pendidikan karakter murid melalui penerapan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) di lingkungan sekolah. Program tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembiasaan, keagamaan, olahraga, sosial, organisasi, hingga ekstrakurikuler sebagai bagian dari upaya membentuk murid yang disiplin, berkarakter, memiliki jiwa nasionalisme, serta bertanggung jawab.
Penerapan program tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2025, Menteri Dalam Negeri Nomor 800.2.1/225/SJ, dan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan. Dalam kebijakan tersebut, Gerakan 7 KAIH mencakup tujuh kebiasaan, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Bagi SMK Dwi Bhakti Ciledug, penguatan karakter tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Berbagai kegiatan sekolah dirancang agar nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, religiusitas, nasionalisme, kepedulian sosial, kesehatan, dan kepemimpinan dapat menjadi bagian dari keseharian murid.Read More
Kepala SMK Dwi Bhakti Ciledug mengatakan, penguatan pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam proses pendidikan di sekolah.
“Kami ingin pendidikan di SMK Dwi Bhakti Ciledug tidak hanya menghasilkan muridyang memiliki kemampuan akademik dan keterampilan kejuruan, tetapi juga memiliki karakter yang baik, disiplin, bertanggung jawab, religius, memiliki jiwa nasionalisme, serta mampu berkontribusi positif di lingkungan masyarakat.”
Menurutnya, pembentukan karakter membutuhkan proses pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, sekolah berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang memungkinkan siswa mempraktikkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Upacara Bendera hingga Kolaborasi dengan Kepolisian
Salah satu kegiatan rutin yang menjadi bagian dari pembentukan karakter adalah upacara bendera setiap Senin. Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana menumbuhkan jiwa nasionalisme, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Selain itu, SMK Dwi Bhakti Ciledug juga melakukan kolaborasi dengan instansi kepolisian. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk memperoleh pemahaman mengenai aturan, hukum, kedisiplinan, serta pentingnya menjadi warga negara yang taat terhadap ketentuan yang berlaku.

Pembiasaan karakter juga diterapkan melalui penyambutan siswa oleh guru di lingkungan sekolah. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya sopan santun, rasa hormat, dan komunikasi positif antara murid dengan pendidik.

Penguatan Karakter Religius dan Kepedulian Sosial
Di bidang keagamaan, sekolah melaksanakan kegiatan rutin salat Duha. Pembiasaan tersebut diarahkan untuk menanamkan nilai religiusitas sekaligus membangun kedisiplinan dalam menjalankan ibadah.

Sekolah juga menjalankan program infaq rutin “Poe Ibu: Sapoe Sarebu”. Melalui kegiatan tersebut, siswa dibiasakan untuk berbagi dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) menjadi sarana pembentukan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Para siswa dilibatkan dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah sehingga tumbuh kesadaran bahwa lingkungan yang sehat merupakan tanggung jawab bersama.

Keorganisasian untuk Melatih Kepemimpinan
Penguatan karakter juga dilakukan melalui kegiatan keorganisasian. Murid diberikan ruang untuk belajar memimpin, bekerja sama, berkomunikasi, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kelas yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengembangkan kemampuan sosial dan kepemimpinan.
Penerapan berbagai pembiasaan tersebut sejalan dengan konsep Gerakan 7 KAIH yang menekankan agar kebiasaan positif dilakukan secara sadar, bermakna, dan menggembirakan sehingga secara bertahap dapat berkembang menjadi budaya dan karakter murid Read More
Ekstrakurikuler Menjadi Wadah Pengembangan Bakat
Selain pembiasaan harian, SMK Dwi Bhakti Ciledug juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mendukung pengembangan minat dan bakat Murid.
Kegiatan futsal dilaksanakan setiap Rabu dan Jumat pukul 15.00 WIB di bawah bimbingan Muarif, S.Pd. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan olahraga sekaligus belajar mengenai kerja sama dan sportivitas.

Pencak silat dilaksanakan setiap Rabu dan Sabtu dengan pembina Wartoni. Kegiatan ini memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan bela diri, kedisiplinan, keberanian, dan ketahanan fisik.

Di bidang seni, kegiatan dilaksanakan setiap Kamis pukul 14.00–17.00 WIB di bawah bimbingan Shella Bonita, S.Pd. Kegiatan seni memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas dan mengekspresikan potensi yang dimiliki.

Sementara itu, hadroh dilaksanakan setiap Jumat pukul 13.30–15.00 WIB dengan pembina K. Antoni, S.Pd.I. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah pengembangan bakat sekaligus pembiasaan nilai religius dan kebersamaan.

Untuk pengembangan kesehatan jasmani, atletik dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis pukul 14.00–16.00 WIB di bawah bimbingan Asep Sucipta, S.Pd.

Kegiatan Pramuka dilaksanakan setiap Rabu dan Kamis pukul 14.00–16.00 WIB dibawah pembina Siti Winarsih, S.Pd dan Diki Darmawan. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman dalam membangun kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

Sekolah juga melaksanakan kegiatan KLH3 dibawah bimbingan Miladinda Istiqlal, ST, setiap hari selasa sebagai bagian dari pengembangan kepedulian murid terhadap lingkungan, kesehatan, dan budaya hidup yang tertib serta bertanggung jawab.

Sementara itu, kegiatan Kejuruan Teknik Sepeda Motor (TSM) dilaksanakan setiap Kamis pukul 14.00–16.00 WIB di bawah bimbingan Septian Dwi Sasongko, S.Pd.

Kegiatan tersebut mendukung pengembangan keterampilan vokasional sekaligus membentuk sikap kerja, seperti disiplin, ketelitian, tanggung jawab, dan penerapan budaya keselamatan kerja.
Pendidikan Karakter sebagai Bagian dari Budaya Sekolah
Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan karakter di SMK Dwi Bhakti Ciledug dilaksanakan melalui berbagai aktivitas yang terintegrasi dalam kehidupan sekolah. Upaya tersebut mencakup aspek akademik, keagamaan, olahraga, sosial, kepemimpinan, kebersihan lingkungan, serta pengembangan keterampilan dan minat bakat.
Gerakan 7 KAIH sendiri dirancang agar pembiasaan positif dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan keterlibatan satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan lingkungan sosial.
Dengan demikian, kegiatan di SMK Dwi Bhakti Ciledug tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan kejuruan, tetapi juga memberikan pengalaman kepada murid untuk menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan nyata.
Melalui konsistensi pembiasaan tersebut, SMK Dwi Bhakti Ciledug terus membangun budaya sekolah yang mendorong murid menjadi pribadi yang disiplin, religius, sehat, mandiri, mampu bekerja sama, memiliki kepedulian sosial, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjadikan pendidikan karakter bukan sekadar program sekolah, melainkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan murid, baik selama berada di lingkungan sekolah maupun ketika mereka berada di tengah keluarga dan masyarakat.