CILEDUG – Hari kedua kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Dwi Bhakti Ciledug pada Kamis (16/7) kembali berlangsung dengan antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta didik baru. Tidak sekadar berfokus pada adaptasi lingkungan sekolah, agenda hari kedua ini dirancang secara komprehensif, mulai dari pengecekan kesehatan fisik, pembentukan karakter berbasis kearifan lokal, hingga pembekalan wawasan dunia kerja sejak dini.
Pagi hari sebelum memasuki acara inti, kegiatan diawali dengan pengecekan kehadiran regu yang didampingi langsung oleh para pendamping dari pengurus OSIS. Para peserta tampak sangat antusias dan tertib mengikuti instruksi dari kakak tingkat mereka.
Memasuki sesi pertama, para siswa baru langsung mendapatkan materi terkait kesehatan fisik yang krusial, berupa cek denyut jantung dan tes fleksibilitas (kelenturan tubuh). Materi sekaligus praktik ini dipandu oleh tim guru olahraga, Bapak Asep Sucipta, S.Pd. dan Bapak Jemmi Herdiansyah, S.Pd.
“Kalian akan mengikuti pengukuran kebugaran jasmani, di mana cek denyut jantung berfungsi untuk mengukur daya tahan paru-jantung (cardiorespiratory endurance), sedangkan cek fleksibilitas berguna untuk mengukur kelenturan tubuh (flexibility). Kombinasi hasil dari kedua tes ini biasanya digunakan oleh guru olahraga, pelatih fisik, atau instruktur kebugaran untuk menyusun program latihan yang aman dan sesuai dengan kapasitas fisik seseorang,” papar tim pemateri fisik tersebut.Read More
Setelah beristirahat sejenak untuk memulihkan stamina, para peserta diarahkan masuk ke sesi kedua yang berfokus pada penguatan karakter. Sesi ini diisi dengan pemaparan materi filosofi Gapura Panca Waluya yang disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat dan Hubungan Industri (HumasHubin), Bapak Riatno Alamsyah, S.Kom.
Dalam penjelasannya, Bapak Riatno menekankan bahwa Panca Waluya merupakan lima pilar kesempurnaan manusia dalam tradisi kebudayaan Sunda yang meliputi Cageur (Sehat), Bageur (Baik), Bener (Benar/Jujur), Pinter (Pintar/Cerdas), dan Singer (Terampil/Mawas Diri).
“Melalui kelima pilar Panca Waluya ini, seseorang diharapkan tidak hanya menjadi individu yang cerdas secara otak (pinter), melainkan juga memiliki tubuh yang sehat (cageur), perilaku yang terpuji (bageur), memegang teguh kebenaran (bener), serta memiliki keahlian hidup yang nyata atau mampu menjaga wibawa (singer),” jelas Bapak Riatno. Di penghujung sesinya, beliau menyelipkan motto penutup bernada humoris namun mendalam, “Tertawa bisa menjadi obat yang terbaik, tetapi tertawa tanpa sebab berarti perlu diobati.”
Antusiasme peserta terus terjaga hingga sesi terakhir yang ditutup dengan pemaparan materi dari Bursa Kerja Khusus (BKK) oleh Bapak Sulaeman, S.Ag. selaku Ketua BKK SMK Dwi Bhakti Ciledug. Beliau memotivasi para siswa baru agar mulai menanamkan disiplin demi menyongsong masa depan karier yang cerah.
“Diharapkan sejak dini kalian menjaga kesehatan, disiplin, dan berprestasi. BKK berkomitmen penuh untuk membantu siswa maupun alumni yang berkualitas agar dapat disalurkan ke berbagai perusahaan besar, di antaranya PT Astra Honda Motor (AHM), PT Astra Daihatsu Motor (ADM), PT Suzuki, PT Toyota yang aktif dalam cabang olahraga, PT Sayap Mas Utama (Wings Group), PT Tosuro, hingga PT United Tractors (UT). Selain itu, kami juga memfasilitasi program penyaluran magang ke Jepang bagi siswa yang berjiwa perantau dan mandiri,” ujar Bapak Sulaeman dengan tegas dan penuh optimisme.
Menjelang siang, seluruh rangkaian agenda hari kedua ini diakhiri secara khidmat melalui ibadah salat Zuhur berjamaah di musholla sekolah. Aktivitas religius ini menjadi bagian penting dari pembiasaan nilai-nilai spiritual dan kedisiplinan harian para siswa sebelum mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing tepat pada pukul 13.00 WIB.
Rangkaian kegiatan MPLS hari kedua di SMK Dwi Bhakti Ciledug ini sukses ditutup dengan sesi tanya jawab, refleksi bersama, serta ibadah berjamaah. Melalui kombinasi pengecekan kebugaran fisik, penanaman nilai luhur filosofi Panca Waluya, serta keterbukaan peluang kerja global sejak dini via BKK, sekolah optimistis dapat mencetak generasi muda yang sehat raganya, mulia akhlaknya, cerdas pemikirannya, serta siap terserap optimal di dunia industri nasional maupun internasional.admin