Sambut Dunia Kerja, Siswa Baru SMK Dwi Bhakti Ciledug Dibekali Budaya K3 dan Pengenalan Jurusan di Hari Terakhir MPLS

CILEDUG – Hari kelima sekaligus penutupan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMK Dwi Bhakti Ciledug pada Selasa (21/7) berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Tidak sekadar berfokus pada adaptasi lingkungan fisik sekolah, agenda puncak ini dirancang secara komprehensif untuk membekali siswa baru dengan pemahaman Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga pengenalan jurusan.

Hari kelima sekaligus penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMK Dwi Bhakti Ciledug pada Selasa (21/7) berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kegiatan diawali sejak pagi hari dengan pengecekan kehadiran regu oleh pengurus OSIS, di mana para peserta didik baru tampak tertib dan siap mengikuti seluruh rangkaian agenda pembekalan.

Rangkaian acara hari terakhir ini fokus menyiapkan peserta didik menghadapi standardisasi Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Pemahaman awal mengenai lingkungan bengkel dan budaya kerja dinilai sangat krusial guna mencegah risiko kecelakaan kerja saat kegiatan praktik di sekolah maupun di dunia industri.

Pembekalan pertama diisi dengan materi Pengenalan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berbasis 5R/5S (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) oleh Miladinda Istiqlal, S.T. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan sejak dini di ruang praktik.

“Keselamatan kerja dan penerapan 5R bukan sekadar aturan bengkel, melainkan cerminan karakter dan profesionalisme. Budaya kerja yang ringkas, rapi, dan resik hari ini adalah fondasi keselamatan serta kesuksesan karier Anda di masa depan,” ujar Miladinda Istiqlal, S.T.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari para Ketua Program Jurusan. Pengenalan Jurusan Otomotif disampaikan oleh Riza Bachtiar, S.Pd, sementara Pengenalan Jurusan Pemesinan dipaparkan oleh Muh. Imron Nurohman, S.T. Melalui sosialisasi dan simulasi ini, siswa tidak hanya memahami teori mesin dan perkakas, tetapi juga dibiasakan dengan budaya kerja yang aman guna mencapai sasaran zero accident.

“Dunia otomotif terus berkembang pesat melampaui sekadar mesin dan roda. Di sini, kita belajar memadukan presisi teknis, logika, dan teknologi untuk menjadi teknisi andal yang siap menggerakkan roda industri modern,” tegas Riza Bachtiar, S.Pd.

Senada dengan hal tersebut, Muh. Imron Nurohman, S.T menekankan pentingnya kedisiplinan di ruang manufaktur.

“Setiap komponen hebat lahir dari ketelitian, pengukuran yang akurat, dan disiplin tinggi. Di jurusan Pemesinan, kita tidak hanya membentuk logam, tetapi juga membentuk mentalitas ahli manufaktur yang presisi dan berdaya saing,” tuturnya.

Seluruh rangkaian MPLS Ramah 2026 secara resmi ditutup melalui apel penutupan yang ditandai dengan pelepas lencana peserta secara simbolis oleh Yuga Teguh Muharam, S.Pd. Melalui kegiatan ini, lulusan SMK Dwi Bhakti Ciledug diharapkan tidak hanya unggul secara keterampilan teknis, tetapi juga memiliki etos kerja tinggi yang siap bersaing di dunia industri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *