CILEDUG, smkdbcld28.sch.id – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK telah resmi berakhir. Memasuki Tahun Pelajaran Baru 2026/2027, para siswa baru kini mulai mengikuti tahapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Di SMK Dwi Bhakti Ciledug, rangkaian kegiatan MPLS dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai dari tanggal 15 – 21 Juli 2026.
Hari pertama kegiatan MPLS pada Rabu (15/7) berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Dimulai sejak pukul 06.30 WIB, momen ini menjadi titik awal bagi para siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, memahami tata tertib, serta beradaptasi dengan budaya belajar di jenjang pendidikan menengah kejuruan.
Pembukaan Khidmat dan Keseruan Ice Breaking
Suasana pagi di lapangan SMK Dwi Bhakti Ciledug terasa berbeda dari hari biasa. Lapangan dipenuhi oleh riuh semangat sekitar 316 peserta didik baru yang kompak mengenakan seragam putih-biru asal sekolah mereka masing-masing.
Setelah proses absensi kehadiran rampung, kegiatan resmi dibuka melalui upacara bendera yang dilaksanakan secara khidmat. Suasana religius dan nasionalis pun kental terasa saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, disusul dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh dua perwakilan siswa, Adam dan Bayu.
Untuk mencairkan ketegangan hari pertama, panitia dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) langsung mengambil alih panggung lewat sesi ice breaking dan games edukatif. Sesi interaktif ini sukses membuat suasana menjadi lebih santai, rileks, dan memicu antusiasme peserta untuk mengikuti rangkaian agenda sepanjang hari. Sebelum masuk ke sesi inti, para pendamping regu dari OSIS kembali memastikan kesiapan seluruh peserta melalui pengecekan kehadiran berkala.Read More
Memasuki sesi inti, materi pertama yang bertajuk “Pengenalan Karakteristik & Kebutuhan Perkembangan Siswa” dibawakan oleh Bapak Donni Kurniawan, S.Pd., selaku guru BK. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pengenalan ini merupakan fondasi utama dalam melaksanakan Pembelajaran Berdiferensiasi (Differentiated Learning).
“Pengenalan Karakteristik & Kebutuhan Perkembangan Siswa” oleh Bapak Donni Kurniawan, S.Pd
“Mengenai karakteristik, moto hidup kita adalah: jalani, syukuri, dan nikmati. Karakteristik murid merupakan ciri khas unik yang membedakan satu peserta didik dengan yang lain, meliputi aspek emosional (mengelola emosi), kognitif (berpikir dan memecahkan masalah), fisik (pertumbuhan dan kesehatan), sosial (kerja sama dan komunikasi), moral (tanggung jawab dan kejujuran), serta minat bakat seperti seni, olahraga, dan sains,” jelasnya.
Wawasan Wiyata Mandala dan Budaya Sekolah
Setelah istirahat sejenak, agenda dilanjutkan dengan materi Wawasan Wiyata Mandala yang disampaikan langsung oleh Bapak Adhari, S.Pd. selaku Pembina Yayasan Panembahan Cirebon.
“Makna dari Wawasan Wiyata Mandala adalah memahami sekolah sebagai lingkungan tempat pendidikan, bukan tempat bermain. Sekolah memiliki tujuan formal di mana Kepala Sekolah berwenang dan bertanggung jawab penuh, didukung oleh kerja sama erat antara guru dan orang tua siswa,” ungkap Pak Adhari dengan penuh semangat.
Sesi terakhir ditutup oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sarpras), Bapak Mukhamad Fauzi, S.Pd. Beliau memaparkan orientasi mengenai budaya sekolah beserta fasilitas sarana dan prasarana yang ada.
Bapak Mukhamad Fauzi, S.Pd selaku Waka Sarpras
Dalam penjelasannya, Pak Mukhamad Fauzi menekankan pentingnya kedisiplinan, ketepatan waktu, serta penerapan K3LH untuk menjaga keselamatan kerja. Selain itu, materi ini juga mendorong pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila (gotong royong, bernalar kritis, mandiri, dan kreatif) serta pengenalan konsep Teaching Factory (TEFA) sebagai model pembelajaran berbasis industri agar siswa siap memasuki dunia kerja.
Pembentukan Karakter dan Kesan Siswa
Menjelang siang, seluruh rangkaian hari pertama ditutup dengan ibadah salat Zuhur berjamaah di musholla sekolah. Aktivitas ini sekaligus menjadi bagian dari pembiasaan nilai-nilai spiritual dan kedisiplinan harian siswa sebelum mereka diperbolehkan pulang pada pukul 13.00 WIB.
Meski baru memasuki hari pertama, nuansa kekeluargaan antara siswa baru, panitia OSIS, dan para guru sudah mulai terbangun erat. Salah satu peserta MPLS, Septian Ilham, mengungkapkan kegembiraannya atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak sekolah.
“Awalnya saya sempat gugup, tetapi ternyata suasananya sangat hangat. Kakak-kakak OSIS-nya ramah dan materi dari Bapak/Ibu Guru disampaikan dengan asyik. Saya jadi tidak sabar untuk mengikuti kegiatan di hari-hari berikutnya,” tutur Septian dengan antusias.
Dengan kesuksesan di hari pembuka ini, SMK Dwi Bhakti Ciledug siap melanjutkan rangkaian kegiatan MPLS hingga akhir pekan nanti. Semangat yang tertanam hari ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam mencetak generasi yang unggul, disiplin, dan siap bersaing di dunia kerja maupun pendidikan tinggi. (Admin).