CILEDUG – Hari keempat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Dwi Bhakti Ciledug pada Senin (20/7/2026) kembali berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta didik baru. Tidak hanya berfokus pada adaptasi lingkungan sekolah, agenda hari keempat ini dirancang secara komprehensif untuk membekali siswa dari aspek akademik, karakter, hingga kesadaran hukum.
Sejak pagi hari sebelum acara inti dimulai, kegiatan diawali dengan pengecekan kehadiran regu oleh pengurus OSIS. Para peserta tampak tertib dan antusias mengikuti instruksi pendamping mereka, mencerminkan kesiapan penuh menerima pembekalan materi.
Rangkaian sesi diawali dengan Gerakan Indonesia Asri (Aku, Kamu, dan Lingkungan) yang dipandu oleh panitia MPLS untuk menanamkan budaya hidup bersih guna mencegah krisis lingkungan.

“Lingkungan yang asri tidak tercipta dari langkah besar satu orang, melainkan dari konsistensi aksi kecil kita bersama. Lewat Gerakan Indonesia Asri, saatnya ‘Aku dan Kamu’ mengambil peran nyata—bersihkan lingkungan sekolah sekitar dari sampah dan rumput liar,” ujar Bapak Cahayanto, S.Pd Ketua Panitia MPLS.Read More
Selanjutnya, materi pengenalan kurikulum disampaikan oleh Bapak Guntur Maryanto, S.Pd. Beliau menekankan pentingnya kesiapan siswa menghadapi metode pembelajaran berbasis keterampilan di SMK.

“Melalui pemaparan kurikulum ini, kami ingin memastikan para siswa baru tidak hanya mengenal struktur mata pelajaran, tetapi juga siap beradaptasi dengan metode pembelajaran berbasis keterampilan dan karakter. Kurikulum di SMK Dwi Bhakti dirancang untuk membekali siswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, mengoptimalkan potensi akademis maupun praktik baik di bengkel maupun di laboratorium sekolah. Lewat pengenalan kurikulum sejak dini, siswa diharapkan memahami gambaran besar keterampilan yang harus dikuasai selama masa studi agar kelak lulus sebagai sumber daya manusia yang siap kerja, berintegritas, dan berdaya saing,” jelas Guntur Maryanto, S.Pd.
Selepas istirahat sejenak, Sesi berikutnya dilanjutkan dengan edukasi dampak negatif kecanduan game online oleh Koramil Pabuaran, yang menyoroti penurunan fokus akibat minimnya pengawasan orang tua.

“Dampak paling terasa di sekolah adalah penurunan performa akademis secara drastis. Siswa yang mengalami adiksi game cenderung kehilangan fokus saat pembelajaran, sering mengantuk di kelas, dan mengalami penurunan kemampuan dalam berpikir kritis maupun menyelesaikan masalah, boleh main game hanya untuk hiburan bukan untuk kecanduan” ungkap perwakilan Koramil Pabuaran Bapak Serda Kirno.
Sebagai penutup, Kapolsek Pabuaran menyampaikan materi mengenai bahaya NAPZA dan kenakalan remaja seperti tawuran serta balap liar yang kerap dipicu oleh masalah sosial dan kesehatan mental.

“Maraknya fenomena pergaulan bebas, seperti tawuran pelajar dan aksi balap liar, kerap berawal dari pengaruh lingkungan serta rasa ingin tahu yang berlebihan tanpa kontrol emosi yang baik. Penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja bukan hanya merusak masa depan individu, tetapi juga mengancam fondasi generasi penerus bangsa. Kami dari Kepolisian Sektor Pabuaran mengimbau para siswa untuk menjauhi segala bentuk obat-obatan terlarang. Perbuatan yang berujung pada tindak pidana akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku demi menjaga ketertiban umum dan keselamatan para remaja itu sendiri. Pencegahan bahaya NAPZA dan kenakalan remaja tidak bisa hanya mengandalkan pihak kepolisian semata, melainkan butuh sinergi kuat antara orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat. Pengawasan yang melekat serta komunikasi yang terbuka di rumah adalah benteng utama agar anak-anak kita tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah,” tegas Kapolsek Pabuaran Bapak Heri Widagdio, S.H, cphr.
Menjelang siang, seluruh rangkaian agenda hari ke empat ini diakhiri secara khidmat melalui penguatan karakter dengan pelaksanaan salat duhur berjamaah di mushola sekolah. Aktivitas religius ini menjadi bagian penting dari komitmen SMK Dwi Bhakti dalam membiasakan nilai-nilai spiritual dan kedisiplinan harian kepada para siswa sebelum mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing tepat pada pukul 13.00 WIB.
Rangkaian kegiatan MPLS hari keempat ditutup dengan sesi refleksi bersama serta doa penutup seluruh peserta didik baru dan pendamping OSIS. Dengan pembekalan materi yang menyeluruh ini, para siswa diharapkan siap menyongsong hari terakhir MPLS serta siap menempuh perjalanan studi mereka di SMK Dwi Bhakti Ciledug dengan semangat, disiplin, dan integritas tinggi. admin